Makanan Sehat Diabetes

Makanan-makanan tertentu jika dikonsumsi dapat menaikkan kadar gula dalam darah. Oleh karena itu, penderita penyakit diabetes harus berhati-hati dalam memilih dan mengonsumsi makanan. Bahan pangan kaya karbohidrat dapat membuat kerja organ pankreas menjadi lebih berat. Makanan sehat diabetes perlu dikonsumsi untuk menunjang pencegahan dan pengobatan diabetes. Dalam proses pencernaan makanan, karbohidrat akan segera diubah menjadi glukosa yang berakibat pada peningkatan kadar gula darah. Selanjutnya pankreas akan bereaksi mengeluarkan insulin, agar dapat menarik zat gula dalam darah dan menyimpannya dalam sel-sel otot dan hati sebagia sumber energi cadangan (glikogen).

Makanan sehat diabetes yang perlu dihindari dan perlu dikonsumsi juga perlu dipahami oleh para penderita penyakit diabetes ini. Zat tepung dalam ikatan karbihidrat yang terurai akan sangat cepat diubah menjadi glukosa dan menyebabkan kadar gula darah sehingga pankreas akan segera mengeluarkan insulin lebih banyak. Keceoatan penguraian karbohidrat menjadi glukosa hingga masuk ke dalam aliran darah disebut indeks glikemik (Glycemic Indeks/GI). Nila indeks glikemik berkisar antara 0-100. Misalnya, nilai GI gula pasir dan sirup adalah 100.

Pada tubuh orang sehat, pankreasa mampu memasok lebih banyak insulin untuk mengantisipasi membanjirnya glukosa dalam darah akibat asupan pangan kaya karbohidrat yang berlebihan. Dengan demikian kadar gula darah akan tetap terkendali. Namun bagi penderita diabetes melitus yang mempunyai permasalahan dengan pankreas yang mengalami hambatan dalam memproduksi insulin dalam jumlah memadai, sebaiknya perlu memperhatikan jensi makanan yang akan dikonsumsi. Ada beberapa hal juga yang harus diperhatikan dalam mengonsumsi makanan sehat diabetes.

Berikut ini makanan yang perlu dihindari oleh penderita diabetes melitus :

  1. Gula murni, seperti terdapat pada gula pasir, gula jawa, dan sirup.
  2. Madu, selai, manias, jeli, permen, cokelat, tarcis, susu kental manis, minuman botol ringan, dan es krim.
  3. Kentang, mengandung indeks glikemiik tinggi sehingga mudah menaikkan kadar gula daah.
  4. Biskuit, kue-kue, roti manis, dodol, makanan yang digoreng, dan berlemak.
  5. Susus fullcream yang dikonsumsi secara berlebihan.
  6. Snack yang mengandung gula dan pemanis buatan yang tinggi kalori.
  7. Puding, sari buah, dan buah-buahan yang dikalengkan dalam larutan sirup.
  8. Abon, dendeng dan sarden.
  9. Mentega dari lemak hewani dan minyak jenuh.

Makanan yang perlu dikonsumsi adalah :

Sebaiknya penderita diabetes mengonsumsi makanan yang tidak terlalu merangsang produksi insulin secara berlebihan. Makanan berserat tinggi dapat membantu menurunkan kebutuhan akan insulin. Serat merupakan bahan makanan yang mempunyai kandungan kabohidrat cukup rendah, tetapi tidak mengenyangkan. Nilai GI serat cukup rendah. Makanan berserat sangat baik untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes dan juga orang normal lainnya. Serat merupakan salah satu bagian struktur tumbuhan yang dapat diperoleh dari kacang-kacangan, biji-bijian (sereal), sayur, dan buah-buahan.

Posted in Penyakit Diabetes Mellitus | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Diet Kalori Diabetes

Diet merupakan suatu cara untuk mengatur jenis, jumlah dan cara mengonsumsi makanan. Makanan yang dikosnumsi harus bergizi. Makanan bergizi terdiri dari unsur-unsur karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Makanan merupakan bahan bakar dan energy untuk tubh. Energi yang dihasilkan makanan diukur dengan satuan kalori. Setiap jenis makanan menghasilkan jumlah kaloti yang berbeda sesuai dengan jumlah dan komposisi lemak (1 g = 9 kalori), karbohidrat (1 g = 4 kalori). Dan protein (1 g = 4 kalori) yang dikandungnya. Jumlah kalori makanan yang diperlukan setiap orang berbeda tergantung dari jenis kelamin, usia, tinggi, dan berat badan. Jika makanan yang dikonsumsi melebihi kalori yang dibutuhkan tubh, akan timbul obesitas, yang merupakan salah satu faktor pemicu timbulnya penyakit diabetes mellitus. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan diet kalori diabetes.

Diet kalori diabetes diformulasikan sedemikian rupa. Hal ini bertujuan untuk menyesuaikan makanan dengan kesanggupan tubuh menggunakannya. Dengan demikian, penderita dapat mencapai keadaan fisiologis tubuh yang normal dan dapat melakukan pekerjaan sehari-hari.

Ada beberapa syarat yang harus diperhatikan dalam merencanakan diet kalori diabetes untuk penderitanya adalah :

  1. Jumlah kalori ditentukan menurut umur, jenis kelamin, berat badan, aktivitas, suhu tubuh, dan kelainan metabolic.
  2. Jumlah karbohidrat disesuaikan dengan kesanggipa tubuh untuk menggunakannya (gula murni tidak diperbolehkan)
  3. Makanan cukup protein, mineral, dan vitamin.
  4. Pmebrrian makanan disesuaikan dengan macam obat yang diberikan. Makanan selingan pukul 10.00 dan pukul 21.00 diambil dari porsi makanan pagi dan sore,

Terapi diet yang diberikan kepada pendeerita diabetes terbagi dalam tiga tipe :

  1. Diet rendah kalori
    untuk menurunkan berat badan penderit diabetes yang gemuk (obesitas) yang kemudian diikuti dengan diet untuk mempertahankan berat badan agar tidak naik lagi.
  2. Diet bebas gula
    Tipe diet ini digunakan untuk penderita yang lanjut usia dan tidak bergantung pada insulin. Tidak memakan gula dan makanan yang mengandung gula. Mengonsumsi makanan sumber kabohidrat sebagai bagian dari keseluruhan hidangan secara teratur.
  3. Sistem penukar
    Sistem penukar kemungkinan terjadinya variasi makanan sehingga penderita tidak merasa bisan, tetapi tetap dalam jumlah kalori yang telah ditentukan. Misalnya, nasi ditukar dengan roti, kentang, atau lainnya. Tipe ini memang lebih rumit dari tipe diet yang lain, tetapi mempunyai kelebihan, yaitu lebih fleksibel dan bervariasi daripada diet tipe bebas gula. Untuk melaksanakan diet tipe ini,diperlukan sebuah daftar standar yang berisikan berbagai jenis makanan penukar dengan kandungan kalorinya.

Untuk memudahkan perhitungan jumlah kalori dan gram, makan dibagi dalam tujuh golongan. Bahan makanan tiap golongan mempunyai nilai gizi sama. Jumlah tiap bahan  makanan itu diutamakan satuan penukar.

Posted in Penyakit Diabetes Mellitus | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Obat Alami Penyakit Diabetes

Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis dan merupakan permasalahan morbiditas dan mortalitas utama di negara berkembang. International Diabetes Federation memperkirakan 285 juta orang mengidap penyakit diabetes. Kita mengetahui dan menyadari bahwa setiap penyakit tentu saja memerlukan penanganan atau penatalaksanaan dengan cara atau metode yang berbeda satu sama lainnya. Akan tetapi secara umum di dalam penatalaksanaan suatu penyakit idealnya mutlak diperlukan suatu kerja sama antara profesi kesehatan, sehingga pasien akan mendapatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif meliputi 3 (tiga) aspek yakni: Pelayanan Medik (Medical Care), Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care) dan Pelayanan Keperawatan (Nursing Care). Namun selain cara medis dalam menangani masalah penyakit diabetes, ada hal yang dapat dilakukan yaitu dengan pengobatan tradisional yaitu obat alami penyakit diabetes.

Dikenal adanya 400 lebih jenis tanaman obat yang berkhasiat sebagai obat diabetes melitus. Di Eropa, Asia, Timur Tengah, bang merah dimanfaatkan sebagai makanan pilihan untuk mengendalikan kadar gula darah. Sementara di Puerto Rico dan Kuba,bawang merah menjadi obat tradisional diabetes melitus yang popular. Obat alami penyakit diabetes terdiri atas 2 jensi, yaitu 1) Obat hipoglikemik oral (OHO) atau antidiabetika oral (ADO) dan 2) insulin. Pada hakikatnya, pemberian obat pada penderita diabetes melitus bertujuan untuk mempertahankan kadar gula darah puasa maupun sesudah makan dalam batas normal.

Sebuah pertanyaan besar mungkin terlontar saat kita mendengar kata “menyembuhkan: karena memang dari dunia medis belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit diabetes, Namun, apabila kita mengupas kembali konsep penyembuhan dengan herbal, hal ini bukanlah suatu yang mustahil karena sesuai dengan prinsip herbal atau obat alami penyakit diabetes yaitu “Obat herbal memiliki kemampuan untuk memperbaiki aktivitas biomolekuler tubuh, Kemampuan ini ada karena tanaman obat tardisional dapat melakukan biosintetis kombinasi dari senyawa metabolit sekundernya, Obat herbal tradisional dapat meningkatkan dan memperbaiki ekspresi gen dalam tubuh. Saat ekspresi gen meningkat dan menjadi lebih baik, hormone dan system imun tubuh akan bekerja lebih optimal.

Ada obat alami penyakit diabetes melitus yang bisa diramu sendiri dirumah:

Ramuan 1.

Bahan : Daging daun lidah buaya 100 gr, biji lamtoro (dijadikan bubuk) 1 sdm.

Cara pemakaian :

  1. Potong kecil-kecil daun lidah buaya yang telah dikupas kulitnya
  2. Rebus dengan 300 cc air sampai menjadi 150 cc
  3. Gunakan ait hasil rebusan tersebut untuk menyeduh bubuk bij lamtoro. Lakukan dua kali seharu.

Keterangan : Lamtoro bersifat panas sehingga pemakaian secara terus menerus dapat mengakibatkan kerontokan rambut. Lakukan pemakaiannya diselingi resep lain.

Ramuan 2

Bahan: Biji avokad 1  butir

Cara pemakaian :

  1. Potong biji avokad kecil-kecil
  2. Sangrai biji avokad hingga kering
  3. Rebus dengan 600 cc air sampai airnya menjadi cokelat
  4. Saring air rebusannya dan minum setelah diingin

 

Posted in Penyakit Diabetes Mellitus | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Obat Alami Diabetes Mellitus

Beberapa tahun ini isu mengenai kesehatan semakin mendapat perhatian serius. Lingkungan yang buruk dan gaya hidup yang tidak sehat  membuat penyakit-penyakit degeneratif seperti diabetes yang dulunya identik diderita orang tua kini banyak diderita oleh orang-orang usia muda.

Andrographis paniculata (sambiloto) yang dikenal masyarakat sebagai tanaman pahit (King Of Bitter) juga dikenal dengan berbagai khasiatnya untuk memlihara kesehatan antara lain :

  • Menurunkan kadar gula darah
  • Meningkatkan sistem imunitas
  • Memperbaiki fungsi hati sekaligus melindunginya dari kerusakan (hepatoprotektor)
  • Mengurangi gangguan pada sistem pencernaan

Sambiloto mengandung andorgrafolid yang efektif untuk menurunkan kadar gula darah. Penyakit diabetes yang dapat menyebabkan kebutaan, lumpuh, kaki membusuk, stroke, bahkan kematian. Maka dari itu kenalilah gejala-gejala seperti: sering haus, sering buang air kecil, penurunan berat badan meskipun selera makan meningkat, luka lambat untuk sembuh.

Pencegahan diabetes penting dilaksanakan sedini mungkin dengan pola hidup sehat, mengonsumsi sayur dan buah, olahraga teratur, tidak merokok serta melakukan pemeriksaan kadar gula secara teratur.

Posted in Penyakit Diabetes Mellitus | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Tips Hindari Komplikasi Diabetes Melitus

Menjadi seorang penderita Diabetes Mellitus merupakan masalah yang perlu mendapatkan perhatian serius. Jika memiliki gaya hidup salah, sudah tentu menimbulkan komplikasi akibat penyakit DM yang diderita. Misalnya saja, gangguan jantung, gangguan ginjal, atau komplikasi gangren pada kaki.

Hal yang dapat dilakukan untuk menghindarinya adalah sebagai berikut :

  • Menurunkan berat badan. Sekitar 80-90 persen penderita DM tipe II mengalami obesitas. Penurunan berat badan sangat membantu mengontrol gula darah dan memperbaiki penyakitnya
  • Kontrol gula darah dengan ketat. Periksa kadar gula darah setidaknya satu kali dalam sehari. Pertahankan kadar gula dalam batas yang dianjurkan oleh dokter sedapat mungkin. Hal ini dapat membantu mengevaluasi hasil program diet dan olahraga yang dilakukan
  • Jika diperlukan lakukan pemeriksaan A1C, untuk mengetahui nilai rata-rata kadar gula dalam waktu 2-3 bulan. Konsultasikan hal ini dengan dokter, apakah perlu dilakukan pemeriksaan
  • Perhatikan konsumsi karbohidrat. Jika memungkinkan cobalah menghitung jumlah kalori yang masuk, konsultasikan bagaimana cara menghitung kalori dan contoh makanan dengan ahli gizi. Utamakan makanan yang mengandung serat kadar tinggi, seperti sayuran
  • Pertahankan tekanan darah, kadar kolesterol dan trigliserida dalam batas normal. Tingginya komponen tersebut dapat berkomplikasi pada penyakit jantung. Konsultasikan dengan dokter bagaimana membuat target tekanan darah, kadar kolesterol dan trigliserida yang normal, kemudian berusahalah untuk mencapai tujuan tersebut.
  • Tetaplah aktif, jangan hanya diam atau berbaring ditempat tidur. Makin sering Anda bergerak, maka semakin  banyak energy yang digunakan, semakin banyak karbohidrat atau lemak yang terbakar. Jika memungkinkan lakukan setidaknya 30 menit dalam sehari, baik berupa jogging, berjalan cepat, berenang atau olahraga low impact lainnya. Berjalan-jalan sekitar 10 menit sesudah makan dapat membantu membakar kalori.
  • Istirahat cukup diperlukan. Kurang tidur dapat membuat nafsu makan meningkat sehingga berdampak pada pertambahan berat badan.
  • Kendalikan stress. Bila stress tidak dapat dikendalikan maka bisa meningkatkan kadar gula darah. Cobalah belajar bagaimana dapat mengatasi stress. Caranya bisa melalui meditasi, atau cara lainnya
  • Konsultasi dengan dokter secara teratur, untuk mengetahui kondisi mutakhir penyakit yang sering dialami, dan menghindari terjadinya komplikasi akibat terlambat berobat.
Posted in Penyakit Diabetes Mellitus | Tagged , , , , | Leave a comment

Mengontrol Glukosa Darah

Diabetes Mellitus, yang lebih dikenal dengan “Penyakit Kencing Manis” adalah penyakit metabolik kronis, yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah sebagai akibat dari kekurangan Hormon Insulin. Hormone ini diproduksi di kelenjar ludah perut (Pankreas).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan jumlah penyandang DM di seluruh dunia dalam 15tahun mendatang akan mencapai sekitar 230juta. Di Indonesia sendiri diperkirakan akan terdapat lebih dari 20 juta penyandang DM di tahun 2025. Meningkatnya kejadian Diabetes Mellitus di Negara berkembang seperti Indonesia adalah akibat dari peningkatan kemakmuran di Negara-negara tersebut dengan perubahan pola hidup terutama di kota-kota besar. WHO memperkirakan, bahwa usia penderita Diabetes Mellitus di Negara-negara berkembang nantinya akan berkisar antara 45-60 tahun.

Komplikasi pada DM pada umumnya adalah komplikasi kronik yang berjalan pelan tapi pasti, yaitu gangguan saraf (neuropati), gangguan fungsi ginjal (nefropati), gangguan jantung dan pembuluh darah (makro-dan mikroangiopati), gangguan selaput jala pada mata atau retina (retinopati).

Beberapa gejala yang biasa terjadi pada penderita Diabetes Mellitus dan tergolong khas adalah :

• Poliuri (sering kencing)
• Polifagi (sering merasa lapar)
• Polidipsi (sering meras haus)
• Parestesia (Rasa kesemutan di tangan dan kaki)
• Lemas

Bila Anda merasa gejala-gejala diatas terjadi pada Anda, segera konsultasikan dengan dokter Anda. Deteksi dini membantu Anda ntuk mencegah terjadinya komplikasi yang berbahaya.

Mengontrol glukosa darah Anda

Untuk mengurangi kemungkinan timbulnya komplikasi tersebut diperlukan penanganan yang optimal sehubungan dengan terapi Diabetes Mellitus di samping penanganan gangguan-gangguan lainnya yang berhubungan dengan Diabetes Mellitus, seperti hiperlipidemia (peningkatan kolesterol dan/atau trigliserid), hipertensi, kegemukan, dsb.

Bila Anda terdeteksi mengidap diabetes mellitus penting bagi Anda untuk mengontrol kadar glukosa darah Anda. Bagi pasien diabetes mellitus tipe 1, insulin merupakan pilihan terapi. Bagi penderita diabetes mellitus tipe 2, kontrol kadar glukosa darah Anda dengan menerapkan pola hidup yang sehat dan mengkonsumsi obat-obatan penurun kadar glukosa darah secara teratur.

Ketidakpatuhan mengkonsumsi obat dapat meningkatkan resiko terjadinya komplikasi seperti stroke, serangan jantung dan kerusakan lainnya. Pentingnya mengkonsumsi obat anti diabetes secara teratur dan dalam jangka waktu lama akan mengakibatkan peningkatan beban biaya kesehatan pasien. Untungnya, saat ini telah tersedia berbagai obat anti diabetes generik berkualitas yang cukup terjangkau.

Beberapa kunci untuk mengontrol :

• Atur pola makan yang sehat
• Batasi asupan glukosa dalam makanan (maksimal 10% dari total kalori per hari)
• Perbanyak makanan tinggi serat
• Lakukan olahraga atau aktivitas fisik secara teratur minimal 3 kali seminggu selama 5 menit
• Kontrol dan periksa gula darah Anda secara teratur
• Minum obat secara teratur dan ikuti petunjuk dokter

Posted in Penyakit Diabetes Mellitus | Tagged , , , | Leave a comment

Penyakit Diabetes

Diabetes Mellitus atau sering dikenal dengan istilah “penyakit gula” atau “kencing manis” merupakan suatu keadaan dimana terjadi tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah yang mengakibatkan gangguan dalam tubuh. Tingginya kadar glukosa darah tersebut diakibatkan oleh adanya gangguan pada pengaturan metabolisme glukosa dalam tubuh. Sebagian besar karbohidrat dari makanan kita akan diubah menjadi glukosa dan digunakan sebagai energy oleh tubuh, sisa yang tidak dipakai menjadi energy akan diubah dan disimpan sebagai cadangan energy dalam otot dan hati. Pada diabetes mellitus, terjadi gangguan pada pengubahan energy tersebut sehingga gluosa yang masuk bersama makanan tetap tinggi kadarnya di dalam darah.

Berdasarkan Konsensus Nasional Penatalaksanaan Diabetes Mellitus dari perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), acuan pada kadar glukosa darah yang dapat dikategorikan sebagai Diabetes Mellitus adalah sebagai berikut :

Kadar Glukosa Darah Sewaktu ≥ 200 mg/dl
Kadar Glukosa Darah Puasa ≥ 126 mg/dl

Seiring dengan perubahan gaya hidup, perubahan pola makan yang semakin tidak sehat dan kurang olahraga mengakibatkan jumlah penderita diabetes di dunia makin banyak. Masyarakat Indonesia juga harus waspada terhadap diabetes mellitus. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia kini menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah penderita diabetes mellitus di dunia. Kurangnya kesadaran akan penyakit diabetes dan perlunya keteraturan dalam pengobatan mengakibatkan tingginya angka kejadian komplikasi akibat diabetes.

Resiko Diabetes Mellitus

Diabetes Mellitus merupakan penyakit menahun yang dapat berlangsung seumur hidup. Bila tidak segera terdeteksi dan mendapat penanganan yang tepat, maka akan mengakibatkan berbagai komplikasi pada organ-organ dalam tubuh, seperti gangguan pada mata, ginjal, pembuluh darah dan saraf.

Berdasarkan penelitian yang dilaklukan oleh Asosiasi Diabetes Amerika, individu dengan diabetes mellitus memiliki peningkatan resiko terhadap terjadinya serangan jantung sebesar 2,5 kali dibanding individu dengan kadar gula normal. Tak sedikit yang berujung pada kematian akibat komplikasi jantung. Selain itu, diabetes mellitus juga meningkatkan resiko terjadinya stroke dan kebutaan. Sekitar 60-70% penderita diabetes mengalami kerusakan pada pembuluh darah dan saraf sehingga harus menjalani amputasi. Diabetes mellitus bila tidak ditangani dengan baik dapat mengakibatkan usia harapan hidup lebih rendah, penurunan produktivitas dan bertambahnya beban biaya kesehatan.

Apakah diabetes menyerang usia tertetu ?

TIDAK, diabetes dapat menyerang segala usia, yang terjadi akibat adanya gangguan pada metabolisme glukosa.

Diabetes mellitus dibagi menjadi 2 tipe :

1. Diabetes Mellitus Tipe 1 (Tergantung Insulin)

Terjadi karena adanya ganggua pada produksi insulin akibat adanya kerusakan pada sel penghasil insulin. Biasanya terjadi sejak usia muda dan membutuhkan terapi insulin seumur hidup

2. Diabetes Mellitus Tipe 2 (Tidak Tergantung Insulin)

Pada tipe ini, produksi insulin tetap normal, tetapi terjadi gangguan pada penggunaan insulin sehingga kadar glukosa menjadi tinggi dalam darah (hiperlikemia). Biasanya terjadi pada usia dewasa akibat dari gaya hidup yang tidak sehat, seperti banyak mengkonsumsi junk food, makanan dengan kadar gula tinggi, dan kurang berolahraga. Penyakit lain seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi, juga dapat mengakibatkan terjadinya gangguan pada fungsi insulin.

Dari kedua tipe diabetes tersebut, diabetes tipe 2 lebih sering dijumpai. Sejumlah 85-95% penderita diabetes di Negara maju merupakan penderita diabetes tipe 2, dan angka tersebut diperkirakan lebih tinggi lagi di Negara berkembang

Posted in Penyakit Diabetes Mellitus | Tagged , , , , | Leave a comment