Mengontrol Glukosa Darah

Diabetes Mellitus, yang lebih dikenal dengan “Penyakit Kencing Manis” adalah penyakit metabolik kronis, yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah sebagai akibat dari kekurangan Hormon Insulin. Hormone ini diproduksi di kelenjar ludah perut (Pankreas).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan jumlah penyandang DM di seluruh dunia dalam 15tahun mendatang akan mencapai sekitar 230juta. Di Indonesia sendiri diperkirakan akan terdapat lebih dari 20 juta penyandang DM di tahun 2025. Meningkatnya kejadian Diabetes Mellitus di Negara berkembang seperti Indonesia adalah akibat dari peningkatan kemakmuran di Negara-negara tersebut dengan perubahan pola hidup terutama di kota-kota besar. WHO memperkirakan, bahwa usia penderita Diabetes Mellitus di Negara-negara berkembang nantinya akan berkisar antara 45-60 tahun.

Komplikasi pada DM pada umumnya adalah komplikasi kronik yang berjalan pelan tapi pasti, yaitu gangguan saraf (neuropati), gangguan fungsi ginjal (nefropati), gangguan jantung dan pembuluh darah (makro-dan mikroangiopati), gangguan selaput jala pada mata atau retina (retinopati).

Beberapa gejala yang biasa terjadi pada penderita Diabetes Mellitus dan tergolong khas adalah :

• Poliuri (sering kencing)
• Polifagi (sering merasa lapar)
• Polidipsi (sering meras haus)
• Parestesia (Rasa kesemutan di tangan dan kaki)
• Lemas

Bila Anda merasa gejala-gejala diatas terjadi pada Anda, segera konsultasikan dengan dokter Anda. Deteksi dini membantu Anda ntuk mencegah terjadinya komplikasi yang berbahaya.

Mengontrol glukosa darah Anda

Untuk mengurangi kemungkinan timbulnya komplikasi tersebut diperlukan penanganan yang optimal sehubungan dengan terapi Diabetes Mellitus di samping penanganan gangguan-gangguan lainnya yang berhubungan dengan Diabetes Mellitus, seperti hiperlipidemia (peningkatan kolesterol dan/atau trigliserid), hipertensi, kegemukan, dsb.

Bila Anda terdeteksi mengidap diabetes mellitus penting bagi Anda untuk mengontrol kadar glukosa darah Anda. Bagi pasien diabetes mellitus tipe 1, insulin merupakan pilihan terapi. Bagi penderita diabetes mellitus tipe 2, kontrol kadar glukosa darah Anda dengan menerapkan pola hidup yang sehat dan mengkonsumsi obat-obatan penurun kadar glukosa darah secara teratur.

Ketidakpatuhan mengkonsumsi obat dapat meningkatkan resiko terjadinya komplikasi seperti stroke, serangan jantung dan kerusakan lainnya. Pentingnya mengkonsumsi obat anti diabetes secara teratur dan dalam jangka waktu lama akan mengakibatkan peningkatan beban biaya kesehatan pasien. Untungnya, saat ini telah tersedia berbagai obat anti diabetes generik berkualitas yang cukup terjangkau.

Beberapa kunci untuk mengontrol :

• Atur pola makan yang sehat
• Batasi asupan glukosa dalam makanan (maksimal 10% dari total kalori per hari)
• Perbanyak makanan tinggi serat
• Lakukan olahraga atau aktivitas fisik secara teratur minimal 3 kali seminggu selama 5 menit
• Kontrol dan periksa gula darah Anda secara teratur
• Minum obat secara teratur dan ikuti petunjuk dokter

Cara Pemesanan Obat Diabetes

Obat Diabetes Tradisional, Herbal dan Alami Untuk, Membantu Pengobatan Penyakit Diabetes, Mengurangi Gejala Kencing Manis dan Membantu Menurunkan Gula Darah Tinggi

Harga Obat Diabetes

Obat Diabetes Herbal, Obat Diabetes Alami

Harga Obat Diabetes 1 Botol Isi 60 Kapsul = Rp.145.000,-

(Untuk Pemakaian 10-20 Hari)

Paket Hemat Obat Diabetes Tradisional dan Herbal

Paket HEMAT Setiap Beli 3 Botol GRATIS 1 Botol

Paket HEMAT Setiap Beli 3 GRATIS 1 Total Rp.580.000 Jadi Rp.435.000

(Dapat 4 Botol dan Hemat Rp.145.000)

(Untuk Pemakaian 40-60 Hari)

Cara Pemesanan Cepat Obat Diabetes:

SMS ke 0818-0773-0772 , tuliskan : Pesan Diabsulin Obat Diabetes, Jumlah Botol yang dipesan atau Beli Berapa Paket Hemat 3botol gratis 1botol, Nama Anda, Alamat Kirim Lengkap dan Pembayaran Via Bank Apa


=====================================

>>> Obat Diabetes Untuk Membantu Mengurangi Gejala Kencing Manis, Membantu Mengobati Penyakit Diabetes, Membantu Menurunkan Gula Darah Tinggi, KLIK DETAIL DISINI!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Diabetes Mellitus and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.